Entri Populer

Selasa, 20 Desember 2011

Kumpulan surat dan hadist pernikahan

quranAssalamualaikum wr. wb.,
Perlu dicermati, ditulisan ini saya tidak menuliskan penjelasan-penjelasan dari Surat atau Hadist yang tercantum dibawah. Jadi barang siapa yang masih mempunyai unek-unek, silahkan dipertanyakan dan jangan disimpan. Sesungguhnya masih banyak surat dan hadist lain, tapi maaf saya hanya mampu mengumpulkan sebanyak ini. Khusus untuk hadist, saya belum men-check kembali perawi dan muatan hadist. Silahkan ingatkan saya jika ada hadist yang lemah.
Dasar Pemikiran Pernikahan
Dari Al Quran dan Al Hadits :
  1. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. “Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nuur:32)
  12. Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)
  13. Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)
  14. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)
  1. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  2. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  3. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).
  4. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
  5. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  6. Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)
  7. “Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
  8. “Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
  9. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
  10. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  11. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  12. Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
  13. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).
  14. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  15. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
  16. “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)
  17. Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)
  18. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)
  19. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)
  20. Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)
  21. Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).
  22. Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas” (H.R. At-Turmidzi)
  23. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)
  24. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)
  25. Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)
  26. Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)
  27. Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
Subhanallah, telah jelas dan cukup referensi perintah menikah. Jadi tentukan keputusan anda.
Wassalam,

Hadits Tentang Menuntut Ilmu

Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Qur’an Al mujadalah 11)
Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)
Seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga (Shahih Al jami)
Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga. (HR. Muslim).
“Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”(Bukhari)
Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Alloh sampai dia kembali (Shahih Tirmidzi)
Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. (HR. Ath-Thabrani)
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Qur’an dan yang mengajarkannya (HR bukhari )
Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang ‘abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang. (HR. Abu Dawud )
Siapa yang Alloh kehendaki menjadi baik maka Alloh akan memberikannya pemahaman terhadap Agama (Sahih Ibnu Majah)
Duduk bersama para ulama adalah ibadah. (HR. Ad-Dailami)
Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain. (Shahih Muslim No.1352)
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Nabi saw bersabda, Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal, yaitu seorang laki-laki yang diberi harta oleh Allah lalu harta itu dikuasakan penggunaannya dalam kebenaran, dan seorang laki-laki diberi hikmah oleh Allah di mana ia memutuskan perkara dan mengajar dengannya.(Bukhari)
Termasuk mengagungkan Allah ialah menghormati (memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al Qur’an dan ahlinya, serta penguasa yang adil. (HR. Abu Dawud dan Aththusi)
Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan aka dilipat gandakan sepuluh, saya tidak mengatakan ,”Alif,lam,mim” satu huruf , tetapi alif satu huruf , lam satu huruf , dan mim satu huruf,(HR Bukhori)
Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Perumpamaan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dalam mengutusku untuk menyampaikan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan yang membasahi bumi. Sebagian tanah bumi tersebut ada yang subur sehingga dapat menyerap air serta menumbuhkan rerumputan dan sebagian lagi berupa tanah-tanah tandus yang tidak dapat menyerap air lalu Allah memberikan manfaatnya kepada manusia sehingga mereka dapat meminum darinya, memberi minum dan menggembalakan ternaknya di tempat itu. Yang lain menimpa tanah datar yang gundul yang tidak dapat menyerap air dan menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami ilmu agama Allah dan memanfaatkannya sesuai ajaran yang Allah utus kepadaku di mana dia tahu dan mau mengajarkannya. Dan juga perumpamaan orang yang keras kepala yang tidak mau menerima petunjuk Allah yang karenanya aku diutus. (Shahih Muslim No.4232)
Abu Musa mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air (dan dalam riwayat yang mu’allaq disebutkan bahwa di antaranya ada bagian yang dapat menerima air), lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya.” (Bukhari)
Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka. (HR. Abu Dawud)
Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat. (HR. Al-Baihaqi)
Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami)
Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. (Mutafaq’alaih)
Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiakannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya daripada berkhianat dalam harta. (HR. Abu Na’im)
Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)
“Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina”
* Telah berkata al-Baihaqy di kitabnya al-Madkhal (hal. 242) dan di kitabnya Syu’abul Iman (4/291 dan ini lafadznya), “Hadits ini matannya masyhur sedangkan isnadnya dla’if. Dan telah diriwayatkan dari beberapa jalan (sanad) yang semuanya dla’if.”
Wallahu a’lam.

Jumat, 16 Desember 2011

Waktu Itu Pasti Akan Datang…!!!

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh...
Sahabat Adie semua, apa kabarnya hari ni,,,??? Udah lama rasanya ana gx bkin postingan lagi yeah… hehehe tu karena ana gx tw mesti ngetikkan apa dengan jari-jemari dan ide adie… (adie bingung sobat…)
Sebenarnya adie tak ingin bercerita tentang ini, tapi yeaaaah harus gimana lage… (yea gx…), adie harus menuangkan apa yang ada didalam hati dan pikiran adi saat ni…!!! Walaupun banyak temen-temen yang marah sama ana, tapiiiii… adi gx peduli. (maaf yeah teman-teman semuanya.. ).
Adi merasakan perasaan ini udah lama, tapi…. Adi tetap tidak bisa membuang fikiran ini jauh dari otak adi…. Makanya lebih baik ana tuangkan disini bersama sahabat Nhae semuanya...
===o0o===
Ku tulis ini semua dengan penuh kesadaran dari diriku, aku tak tahu kenapa perasaan ku bisa merasakan rasa ini, … rasa kematian. Yeaaaa,,, itu lah maksud dari perkataan ku sekarang. Aku merasakan bahwa kematian tak lama lagi akan menjemputku, hidupku di dunia ini akan segera berakhir. Sepanjang hari ku hanya membayangkan "jika aku mati, maka biarkan lah aku mati dalam keadaan khusnul Khotimah", hanya itu yang bisa ku harapkan. Walaupun setelah menuliskan ini ada rasa sedih dihatiku karena aku akan pergi meninggalkan semua orang yang mengasihi dan menyayangiku, tapi aku harus tetap tersenyum dihadapan mereka.
Teman-temanku juga banyak yang memarahiku karena mereka bilang aku sudah kehilangan akal sehatku karena terus berkata seperti itu. Tapi aku tak peduli, terserah mereka mau bilang apa, yang penting aku Cuma mau minta maaf atas segala kesalahan yang telah ku perbuat selama ini kepada mereka. Mungkin mereka mengira bahwa aku mengada-ada, mau nyari sensasi… tapi, aku hanya mengikuti kata hatiku saja, perasaanku mengatakan bahwa aku akan pergi tuk selamanya…
Emang sich,,, aku tahu bahwa kita didunia hanya sementara. Semua hanya sebuah persinggahan, dan semuanya takkan ada yang kekal abadi kecuali Dia…!!! Aku tak berniat tuk mengada-adakan cerita biar terlihat sedikit menyedihkan buat para pembaca, tapi inilah kenyataan yang harus aku tulis disini. Hanya disini aku bisa menuangkan segalanya, mencurahkan dan berbagi bersama semuanya….!!! Tapi, ni bukan berarti aku kesepian dan tak punya teman seperti yang ada dalam fikiran kalian semuanya. Namun, aku lebih suka menuliskan apa yang ku mau daripada harus bercerita dari mulut ke mulut yang ujung-ujung penyampaiannya pasti akan berbeda.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,,, sudah 26 tahun aku didunia ini. Tapi,,, yang ku lakukan hanyalah berfoya-foya diatas dunia yang fana ini. Aku ingin mati dalam keadaan khusnul khotimah, tapi lihatlah apa yang ku lakukan…??! Aku terlalu asyik menikmati dunia ini. Berbuat hal-hal yang tak penting dan juga menyakiti temanku. Yeaaa,, ku tahu jika tiada kata terlambat tuk berubah meskipun hingga di penghujung waktuku. Makanya aku telah meminta maaf mulai dari perbuatan ku atau kesalahan ku yang terkecil hingga yang terbesar kepada semua orang yang pernah terhubung dengan diriku, baik yang kenal maupun yang baru-baru saja mengenaliku.
Biarpun berbagai nasehat telah ku dapatkan dari orang-orang yang menyayangiku agar aku tidak berkata bahwa aku merasa aku kan pergi tuk selamanya, tapi… itu semua tidak bisa ku lakukan. (MAAF, sekali lagi hanya kata MAAF yang bisa ku sampaikan), hatiku benar-benar selalu merasakan bahwa waktu itu sudah dekat dan sangaaaadh-sangaaaadh dekat denganku. Percaya atau tidak yeaaaa… jika aku selalu terbayang bahwa aku meninggalkan dunia ini disini, di kost ku sendiri. Iyyaaa itu benar, aku emang lagi sendiri di kos karena aku tak punya teman 1 kamar di kos. Aku membayangkannya…(ha ha ha sungguh lucu…), disaat kost sepi aku tak bergerak dan tidak keluar-keluar dari kamarku tanpa ada seorangpun yang tahu bahwa aku telah tiada. (ini benar-benar hal aneh dan lucu, ha ha ah). Mungkin setelah beberapa harinya baru dech ketahuan bahwa ada orang yang meninggal didalamnya…(bener-bener bisa membayangkan gx seeeech… ).
Aku ceritakan itu kepada temanku, tapi…. Dia malah marah dan memarahi ku…"gila mu yea say…. masa' mikirnya mati mulu…?? Bener-bener udah bosan hidup yea…?" tapi, jawabanku malah membuatnya menangis…"ini bukan masalah bosan hidup atau gx nya say, tapi ini feeling ku sendiri, perasaanku yang membuat aku bilang gitu…". Dia malah meneteskan airmatanya dihadapanku, tapi aku…"helloww say, koq sampai segitunyaaa,,,?? Nyantai ajja lagi…, jangan terlalu difikirkan omongan tadi.. keyyys …J" aku mulai menenangkan hatinya, dan aku juga sedih jika melihat ia menangis seperti itu… (he He He)
Sekarang akhir tahunsemakin dekat , perasaan ku semakin kuat…!!! (he he he), biarkanlah Allah yang kan  menentukan jalan hidupku ini… semoga semua orang yang menyayangi dan mengasihi diriku bisa mengerti dengan semua ini… (don't cry… he he he)

Minggu, 13 November 2011

Miskin di dunia tak mengapa, Miskin di akherat jangan sampai

KITA sering menyaksikan orang kaya, yang saking kayanya, ia merasa tak butuh lagi mendirikan shalat. Mereka bangga dengan harta yang dipunyai sehingga lupa pada Sang Mahapemberi harta. Orang-orang seperti ini mengira bahwa materi yang dimiliki adalah merupakan hasil kerja kerasnya sendiri, tanpa ada campur tangan pihak lain dalam hal ini Allah. Jadilah mereka golongan kufur yang tidak pernah bersyukur atas rezeki yang diperolehnya.

Di lain tempat, kita juga sering menyaksikan orang-orang miskin yang karena kemiskinannya merasa bahwa mereka terlalu sibuk dengan urusan perut sehingga tak butuh shalat. Toh shalat juga tak akan membantu mereka dapat uang atau makanan untuk mengganjal perut, begitu dalihnya. Hidup dihabiskan hanya untuk mencari pengganjal perut dari hari ke hari. Orang miskin tak perlu sok alim, itu semboyan yang sering dikatakan oleh orang-orang ini.

Sobat muslim, mungkin kamu pernah bertemu dengan salah satu tipe di atas. Atau bahkan mungkin kedua-duanya pernah kamu temui dalam kehidupan di sekitarmu. Sangat banyak orang yang kufur nikmat, tak peduli dari golongan miskin atau kaya stratanya. Kufur ya kufur saja tak perlu banyak dalih. Orang yang berada dalam kondisi kaya dan mapan, sering berada pada kondisi mengkhawatirkan ini. Dengan kekayaannya mereka tak lagi merasa butuh pihak lain termasuk Allah. Na’udzubillah.

Namun ada pihak yang jauh lebih mengenaskan yaitu ketika mereka enggan untuk mendekat pada Allah padahal kondisi diri dalam keadaan miskin. Sudahlah miskin, sombong pula. Itulah gambaran tepat bagi orang-orang yang tak mau tunduk dan mendekat pada Sang Mahakaya ketika diri dirundung kemiskinan di dunia. Mereka ini malah menyalahkan takdir karena dilahirkan dalam kondisi miskin. Kasihan sekali, miskin materi, diperparah lagi dengan miskin iman di hati.

…Kita mungkin tak punya uang di dunia, tapi jangan sampai kita tak punya iman. Kita mungkin miskin harta di dunia, tapi jangan sampai kita miskin harta di akhirat…

Miskin atau kaya ada kalanya tidak bisa kita duga. Orang bilang roda selalu berputar, ada kalanya di bawah ada kalanya di atas. Miskin atau kaya tak bermakna apa-apa tanpa kita bisa mengambil hikmah di dalamnya. Tak berguna uang segepok bila ternyata kita kufur nikmat. Makin parah lagi ketika sudah miskin di dunia, tapi menjadi kandidat calon miskin di akhirat. Kok bisa? Karena orang miskin yang tidak bersabar terhadap kemiskinannya bahkan menyalahkan takdir, adalah orang-orang yang akan abadi dalam kemiskinan, dunia akhirat. Itulah kemiskinan yang mengerikan, tiada batas dan tepinya.

Sungguh kasihan bila kondisi ini sampai terjadi. Ketika diri merasa merana dan papa, manusia butuh sandaran. Ketika kita punya banyak keinginan tapi apa daya tak ada uang di tangan, kita butuh bantuan. Ketika begitu banyak keluh-kesah kita tentang kehidupan, kita butuh tempat mengadu. Ke mana lagi kita akan menuju bila bukan pada muara sejati yaitu Allah Rabbul Izzati? Dia-lah pemilik langit dan bumi, Dia juga pemilik kehidupan yang sedang kita jalani. Bila bukan pada-Nya kita kembali dan mengadukan diri, lalu pada siapa lagi?

…Ketika begitu banyak keluh-kesah kita tentang kehidupan, kita butuh tempat mengadu. Ke mana lagi kita akan menuju bila bukan Allah Pemilik langit dan bumi…

Kita mungkin tak punya uang di dunia, tapi jangan sampai kita tak punya iman. Kita mungkin miskin harta di dunia, tapi jangan sampai kita miskin harta di akhirat. Karena di akhirat itulah tujuan perjalanan akhir manusia, untuk ditentukan tempat abadinya, di surga ataukah neraka. Maka sungguh celakalah orang-orang yang tak bisa mengambil hikmah dari kehidupannya, karena sesungguhnya miskin atau kaya bukanlah inti masalah. Yang utama adalah penyikapan kita sebagai manusia, mau memilih menjadi orang kufur atau bersyukur. Wallahu a‘lam.

Jumat, 11 November 2011

KETULUSAN dan AIRMATA----begitu dekat

Dalam kesedihan dan kegembiraan,
ketulusanmu selalu dekat dengan air matamu.
Walaupun pandanganmu terburamkan oleh air mata, sebetulnya hatimu mengerti bahwa Allah tersenyum penuh kasih menantikan ketulusan hatimu.

Tidak ada tangisan yang lebih indah daripada tangisanmu yang telah berserah.

Tangisanmu adalah pembuka dari semua kepura-puraan dan kepalsuanmu.

Derai tangismu adalah tanda bahwa engkau telah lama membawa beban berat yang seharusnya telah lama kau serahkan kepada Rabb-mu.

Serahkanlah semua bebanmu. Allah sangat tersanjung menerima semua bebanmu; itu sebabnya Allah kau sebut sebagai Rabb-mu.

Allah telah memintamu untuk menyerahkan bebanmu kepada-Nya, bahkan sebelum engkau mengerti permintaan; tetapi entah mengapa engkau berlaku seperti engkau tidak membutuhkan bantuan.

Tuluslah dalam rembukanmu dengan Allah.
Engkau tidak dapat keluar dari pertemuan yang tulus dengan Allah, tanpa menjadi pribadi yang baru, yang lebih baik.

Jihad

Arti / Makna :
  • Dalam bahasa berarti "Berusaha keras" atau "Berjuang"
  • Dalam konteks Islam bermakna "Berjuang menegakkan syariat Islamiah"

Bentuk Jihad :
Ber-Jihad tidak selalu harus identik dengan ber-perang secara lahiryah / fisik , sebab Jihad , antara lain , dapat berbentuk :
  • Perjuangan dalam diri sendiri untuk menegakkan syariat Islamiah
  • Perjuangan terhadap orang lain , baik lisan , tulisan atau tindakan
  • Jihad dalam bentuk pertempuran : QITAL (Contoh: At-Taubah - Ayat 111 , disebut sebagai "qital" dengan arah : "fisabilillah" - Perang dijalan Allah , tidak disebut "jihad" dengan arah "fisabilillah")
    Islam membenci peperangan , tetapi mewajibkan berperang , jika dan hanya jika , muslim diserang (karena agama) terlebih dahulu dan diusir dari negeri-nya ( sampai suatu batas mutlak yang ditentukan . Terlalu luas untuk dijabarkan disini ).
Surat An Nisaa’ - 4:84
Maka berperanglah ( qatil ) kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri . Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya) Al Mumtahanah 60:9
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu , dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Saat ber-Jihad :
Jihad harus dilakukan setiap saat , dalam kesadaran 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup . Kerena didalamnya (antara lain) termasuk
  • Perjuangan untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh allah SWT
  • Berjuang untuk mau menjalankan perintahnya-perintahnya Seperti melawan rasa kantuk dan dingin yang menghalangi Shalat Subuh , atau bersabar untuk mengendalikan amarah, dsb .


My Old Notes

Sering kita mendengar kata JIHAD , dan diartikan sebagai "Perang Suci" . Hal ini tidak dapat disalahkan , namun makna kata "Perang" disini sering di-baur-kan dengan pengertian perang dalam arti fisik . Ini yang harus diluruskan .
Jihad dalam bahasa Arab bermakna "berjuang" atau "berusaha keras" , dan ini dapat diberlakukan bagi siapa saja , baik muslim maupun bukan muslim .
    Contoh :
    Surat Al Ankabuut - Ayat 8
    Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu (jahadaka) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Disini dilakukan oleh orang tua yang memaksakan ( berusaha keras ) agar anak-nya yang muslim kembali kepada ke-kafir-an .
Dalam banyak terjemahan , jihad diartikan sebagai Perang Suci , sementara dalam Islam sendiri dilarang untuk memulai suatu peperangan , kecuali bila sudah tidak dapat dielakkan , atau memang bisa dipertanggung jawabkan secara agama (eg: untuk membela diri , atau karena diserang terlebih dahulu ).
"Perang Suci" bila diterjemahkan dalam bahasa Arab adalah : "harbun muqaddasatu" (atau "al-harbu al-muqaddasatu") . Tidak ada dalam Al-Qur'an atau kumpulan Hadits (asli) yang meng-arti-kan kata "jihad" sebagai "Perang Suci" , melainkan "perjuangan" atau "berusaha keras" .
Amat disayangkan bahwa banyak penulis Islam yang terpengaruh atas propaganda penterjemah barat yang mengartikan jihad sebagai "Perang Suci". Bisa saja dalam literatur barat mereka salah mengartikan jihad sebagai suatu bentuk semacam "Perang Salib" dalam sejarah Nasrani .
Sekali lagi , Tidak !. Jihad bukan ber-konotasi "Perang" . Sebab perang dalam bahasa Arab adalah : "HARB" atau "QITAL" , dan ini disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadits sebagai kata "perang dalam arti fisik" .
Bagi muslim , jihad berarti "perjuangan" atau "beruasaha dengan keras" . Yang kemudian ber-transformasi sebagai kata yang mempunyai makna atau arti khusus , "membela agama" . Hal ini tentunya karena kata jihad yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadits , seperti contoh dalam beberapa ayat sebagai berikut :


Contoh 1 :
Surat At Taubah - Ayat 24 :
Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari ber-jihad di jalan-Nya , maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Jelas disini bahwa "jihad" merupakan kata-kerja "berjuang" . Yang mana tentunya harus ditunjukkan arah atau sifat "perjuangan"-nya , yaitu : "di-jalan-Nya" , jalan kebenaran membela ajaran Allah" . Sebab bisa saja "ber-jihad" membela negara . Seandainya "jihad" berarti "Perang Suci" , maka kiranya cukup disebutkan "ber-Jihad" , tanpa "di jalan-Nya" ( Silahkan buka Al-Qur'an dalam tulisan / bahasa Arab-nya ) .


Contoh 2 :
Surat Al Furqaan - Ayat 52 :
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah (jahidhum) terhadap mereka dengan Al Qur'an dengan jihad (jihada) yang besar.
Daklam ayat ini adalah mengenai ber-jihad (berjuang) internally (dalam diri sendiri) , yaitu dengan kebenaran yang dibekali kepada kita dalam Al-Qur'an , agar tidak sampai terpengaruh atau mengikuti jalan-jalan orang kafir . Dan berhindarlah dengan perjuangan yang besar . Kita harus berjuang agar tidak terpengaruh orang pemikiran kafir , yakinkanlah diri kita akan kebenaran yang ada dalam Al-Qur'an . Yakinkanlah dengan perjuangan akbar . Biarkan mereka jalan pada jalan-nya sendiri , dan kita pada jalan Al-Qur'an , seperti yang tercantum dalam ayat berikutnya :
Surat Al Furqaan - Ayat 53 :
Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
Dari kedua ayat ini , jelas bahwa Jihad tidak harus berarti dengan menyerang orang lain . Sebab Allah yang menjadikan mereka demikian , agar dapat memberi pengajaran kepada kita . Oleh sebab itu justru SALAH jika kita menyerang mereka terlebih dahulu , sebab itu berarti kita "membobol dinding" yang telah dijadikan Allah sebagai pembatas , agar kita tidak ter-cemar . Bila kita membobol dinding , maka akibatnya justru air kita yang "tawar dan segar" akan tercemar menjadi "asin dan pahit" .

25:52
Therefore listen not to the Unbelievers but strive against them with the utmost strenuousness with the (Qur'an). 25:53
It is He Who has let free the two bodies of flowing water: One palatable and sweet and the other salt and bitter; yet has He made a barrier between them a partition that is forbidden to be passed.



KESIMPULAN :
Pada dasar kata arti jihad adalah "berjuang" atau "ber-usaha dengan keras" , namun tidak harus berarti "perang dalam makna "fisik" . Kalau sekarang jihad telah sering diartikan sebagai "perjuangan untuk agama" , memang bisa saja dibenarkan , walau itu tidak harus berarti perjuangan fisik . Bila meng-arti-kan jihad hanya sebagai peperangan fisik , dan extern , untuk membela agama bisa sangat ber-bahaya , sebab akan mudah di-manfaat-kan , dan rentan terhadap fitnah . Berjihad dengan perang fisik jelas dinyatakan sebagai QITAL .
Kalau mau meng-artikan Jihad sebagai "perjuangan membela agama" , maka lebih tepat bila dikatakan bahwa ber-Jihad adalah : "perjuangan menegakkan syariat Islam" . Sehingga berjihad harus -lah dilakukan setiap saat , 24 jam sehari , sepanjang tahun , seumur hidup .
  • Jihad bisa ber-arti ber-juang "Menyampaikan atau menjelaskan kepada orang lain kebenaran Ilahi , walaupun bisa digebukin orang banyak" .
  • Atau bisa ber-jihad dalam diri kita sendiri untuk "tidak mencuri atau men-jarah walau kita sedang lapar" .
  • Atau -pun bisa ber-jihad dengan "Tidak ber-riya dalam keadaan banyak rakyat sedang sulit sembako" ,
  • Bisa saja ber-jihad adalah : "Memaksakan diri untuk bangun pagi dan shalat Subuh , walau masih mengantuk dan dingin"
  • dlsb .

Bila engkau berjalan di jalan kebaikan,

Apapun yang dimulai dengan keburukan,
akan diperbaiki dengan kesulitan.
Sababatku…
Tugasmu adalah melakukan yang terbaik dari yang bisa kau lakukan.

Apapun dampak dan hasil dari upayamu, ada dalam kewenangan Allah.

Bukan bakatmu, bukan kepandaianmu, dan bukan modalmu yang mengundang Allah untuk menghadiahkan kepadamu dengan kemuliaan dan kelimpahan;

tetapi

kesungguhanmu untuk menatapkan sikapmu ke arah-arah kebaikan,
kesungguhanmu untuk mencemerlangkan pikiranmu untuk menemukan pintu-pintu kebaikan,
dan kesungguhanmu untuk menetapkan tindakanmu di jalan-jalan kebaikan.

Tidakkah engkau memikirkan,
bahwa
Jalan-jalan kebaikan adalah jalan Allah.
Dan bila engkau berjalan di jalan kebaikan,
engkau berjalan bersama Allah.
Maka, berketetapanlah setelah engkau memutuskan untuk bersikap baik, berpikiran baik, dan untuk bertindak yang baik;
lalu,
Setialah kepada yang benar,

karena
Apa pun yang dimulai dengan keburukan,
akan diperbaiki dengan kesulitan.
Allah Yang Maha Memelihara tidak akan membiarkan kita berlaku salah tanpa diingatkan bahwa kita perlu memperbaiki diri.

Kesulitan yang dihadiahkan kepada pribadi yang baik – sebagai cara untuk lebih memuliakannya; juga dihadiahkan kepada pribadi yang sedang salah – sebagai cara untuk membuatnya membenci keburukan dan merindukan kedamaian dari berlaku dalam kebaikan.

Lalu, dengan pengertian ini – apakah engkau masih membenci kesulitan?

Apakah engkau masih merasa pantas untuk mengeluh?

Sekarang, tersenyumlah…

Bukankah pengertian ini semakin memperdalam cinta kita kepada Allah?

Bukankah sekarang – lebih mudah bagimu untuk bersabar?

Sudah jelaskah bagimu sekarang, bahwa kesabaran itu bukanlah sifat, tetapi akibat?

Bila engkau mengerti, engkau akan bersabar.
Bila engkau bersabar, engkau akan dikasihi Allah;
karena kesabaranmu datang dari pengertianmu,
dan pengertianmu datang dari keberserahanmu kepada Allah.